Kebumen – Melebihi sekadar tugas mengajar, para mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari IAINU Kebumen di SMK Batik Sakti 2 Kebumen telah menjelma menjadi pahlawan gizi. Mereka bergerak cepat di luar kurikulum, membagikan ratusan ‘piring harapan’ berisi nutrisi seimbang kepada siswa. Aksi mulia ini adalah wujud nyata keyakinan bahwa masa depan bangsa tidak bisa dibangun di atas perut yang lapar, memastikan setiap siswa mendapatkan energi dan fokus maksimal untuk meraih mimpi besar mereka.

Di tengah kesibukan mengajar, para mahasiswa PPL menyadari adanya pola yang mengkhawatirkan. Banyak siswa terlihat lesu dan kurang fokus saat jam-jam kritis siang hari. Daripada hanya mencatat masalah, mereka memilih untuk bertindak nyata. Program Makanan Bergizi (MBG) yang mereka inisiasi bukanlah sekadar kegiatan amal, melainkan sebuah strategi pedagogis untuk mengatasi tantangan tersebut.).
Target utama program MBG ini adalah seluruh populasi SMK Batik Sakti 2 Kebumen, yaitu 616 siswa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PPL mampu menjangkau rata-rata sekitar 550 hingga 600 porsi ‘piring harapan’ dalam setiap sesi pembagian. Angka ini membuktikan bahwa program MBG telah menjadi inisiatif massal yang memberikan bantuan nutrisi kepada 90% lebih dari total siswa. Selama periode PPL berlangsung, total ribuan paket makanan bergizi telah dibagikan, menegaskan bahwa komitmen ini bukan hanya ide sesaat, tetapi sebuah aksi berkelanjutan untuk menopang harapan 616 masa depan. Mahasiswa PPL memang diharapkan untuk terlibat aktif tidak hanya dalam pembelajaran, tetapi juga dalam program pengembangan karakter peserta didik.
Ahmad Miftakhul Khoiruddin salah satu koordinator mahasiswa PPL IAINU Kebumen, , memberikan penegasan tentang motivasi di balik gerakan ini.
“Kami tidak hanya datang untuk mentransfer ilmu. Tanggung jawab moral kami adalah memastikan 616 siswa ini bisa menerima ilmu dengan optimal. Kalau perut mereka lapar, ilmu apapun akan sulit masuk. Jadi, membagikan ‘piring gizi’ ini adalah cara kami berinvestasi pada fokus dan semangat belajar mereka.”

Sebagai tindak lanjut, program ini merupakan salah satu langkah awal yang penuh makna bagi para calon pendidik untuk menapaki dunia nyata pendidikan. Pendidikan sejati melampaui kurikulum dan menemukan bentuknya di atas piring makan. Kepedulian telah terbukti menjadi strategi pedagogi yang paling efektif, menjadikan nutrisi sebagai prasyarat utama keberhasilan bagi 616 siswa. Pengalaman langsung ini diharapkan mampu mengasah kemampuan pedagogik, sosial, dan profesional yang akan menjadi bekal penting dalam menjalani profesi guru di masa depan.
Ditulis Oleh: Liftiatul Wanikmah
