Benchmarking Pendidikan Islam di Uzbekistan, IIAU dan Imam Maturidi International Scientific Research Center Terima Kunjungan IAINU Kebumen

Whatsapp Image 2026 02 05 At 16.58.05

Tashkent, Uzbekistan — Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen terus memperluas jejaring internasional melalui kegiatan benchmarking dan penjajakan kerja sama dengan dua institusi akademik Islam terkemuka di Provinsi Tashkent Uzbekistan, yakni International Islamic Academy of Uzbekistan (IIAU) dan Imam Maturidi International Scientific Research Center.

Kegiatan ini termasuk dalam program internasionalisasi LPTNU PBNU yang diarahkan untuk memperkuat peran perguruan tinggi NU dalam jejaring dan kerja sama akademik global. Delegasi LPTNU dikoordinatori oleh Sekretaris Jenderal LPTNU PBNU, Assoc. Prof. Faisal Aminudin, dan diikuti oleh pimpinan sejumlah PTNU, termasuk IAINU Kebumen. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan benchmarking tata kelola akademik serta membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan publikasi ilmiah.

Whatsapp Image 2026 02 05 At 16.58.07
Pada kunjungan ke International Islamic Academy of Uzbekistan (IIAU), delegasi LPTNU diterima langsung oleh jajaran pimpinan IIAU, yakni Vice Rector for Academic Affairs, Mr. Z. Ruziev; Vice Rector for Scientific Affairs, Mr. I. Daminov; serta Advisor to the Rector, Mr. Utkir Khasanbayev. Pertemuan tersebut membahas sistem pendidikan tinggi Islam di Uzbekistan, penguatan kurikulum, serta peluang kolaborasi akademik lintas negara.

Sementara itu, di Imam Maturidi International Scientific Research Center, delegasi LPTNU diterima oleh Direktur K. Shermukhamedov. Diskusi difokuskan pada pengembangan kajian pemikiran Islam moderat, khususnya warisan intelektual Imam Maturidi, serta peluang kerja sama riset dan pertukaran akademisi.

Rektor IAINU Kebumen, Benny Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi pengembangan institusi.

“Benchmarking dan penjajakan kerja sama ini menjadi langkah penting bagi IAINU Kebumen untuk belajar langsung dari institusi akademik Islam bertaraf internasional. Uzbekistan memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat dan relevan dengan semangat Islam wasathiyah yang juga menjadi karakter perguruan tinggi NU,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kerja sama internasional diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi.

“Kami berharap ke depan dapat terjalin kerja sama konkret, baik dalam bidang riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, maupun publikasi ilmiah internasional,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, IAINU Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing global, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.